Jumat, 14 Juli 2017

Review Pathway Readers


Memahami suatu cerita dalam bahasa Inggris dapat menjadi hal yang susah bagi beberapa orang. Mengapa? Alih-alih dalam bahasa Inggris, menjawab pertanyaan mengenai bacaan dalam bahasa Indonesia saja sudah membuat kita pusing. Apalagi menjawab dalam bahasa orang lain. Itu sebabnya saat kami harus memilih kurikulum untuk pelajaran bahasa Inggris, kami cukup berpikir panjang dan lebar, berbeda jika dibandingkan saat kami mengambil kurikulum untuk matematika ataupun science. Setelah berkunjung ke keluarga homeschool lainnya dan melihat beberapa buku pelajaran bahasa Inggirs, dari yang children friendly dan colorful sampai ke yang hitam putih, serta membaca review dari penerbit, maka kami memilih untuk menggunakan Pathway Readers

Pathway readers merupakan buku yang ditulis untuk anak-anak Amish di sekolah Amish. Amish sendiri merupakan salah satu komunitas di Amerika yang menarik diri dari dunia luar. Mereka berpenampilan tertutup dan sebagian dari mereka masih menggunakan kereta kuda. Di Pennsylvania komunitas ini lumayan banyak dan kelompok ini terkenal memegang teguh nilai-nilai mereka. Program Pathway Readers menggunakan pendekatan tradisional untuk mengajarkan phonics dengan menggunakan workbook dan bacaan. Walaupun ditulis untuk anak-anak Amish, Pathway Readers tidak mempromosikan doktrin Amish. Bacaan mereka juga bagus untuk dibaca oleh kita, yang bukan kaum Amish, yang mencari literatur berbasis nilai-nilai yang biblikal.

Secara garis besar, Pathway Readers dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian:
1. Pre-School/Grade 1: menggunakan workbook "Learning Through Sounds" yang mengajarkan phonics, warna, kemampuan mencocokkan, dan kemampuan kesiapan membaca.
Learning through Sounds Grade 2
2. Grade 1 - 3: di bagian ini anak-anak diperkenalkan dengan bacaan dan kemampuan mereka untuk memahami bacaan mulai dibangun. Cerita yang ada menceritakan tentang kehidupan keluarga petani di komunitas Amish. Cerita yang disampaikan cukup menarik dan mudah dipahami. Di grade-grade ini anak juga diperlengkapi dengan phonics, vocabulary, dan reading comprehension melalui workbook mereka. Awalnya mungkin anak harus sering didampingi, tetapi seiring dengan kemampuan membaca mereka yang meningkat, disarankan anak-anak untuk belajar secara mandiri. Tentu saja sebagai pengajar kita harus memastikan bahwa anak menangkap inti-inti yang penting dari cerita tersebut. 
3. Grade 4 - 8: di bagian ini anak-anak diperkenalkan dengan puisi dan literatur klasik. Workbook pun tetap ada dan anak-anak diminta untuk memahami puisi yang ada.

Judul buku-buku bacaan dalam Pathway Readers adalah sebagai berikut.
Grade 1 (2 buku): Days Go By dan More Days Go By
Grade 2 (3 buku): Busy Times, More Busy Times, dan Climbing Higher
Grade 3 (2 buku): New Friends dan More New Friends
Grade 4: Building Our Lives
Grade 5: Living Together
Grade 6: Step by Step
Grade 7: Seeking True Values
Grade 8: Our Heritage

Jika dilihat, buku yang ada hanya sampai grade 8 dan memang Pathway Readers menyediakan buku-buku untuk 8 tingkat pendidikan. Mengapa hanya sampai grade 8? Karena kaum Amish hanya sekolah sampai grade 8, setelah itu mereka dipersiapkan untuk berkarya di dunia nyata. Walaupun demikian, materi yang disampaikan sama dengan materi SMA di kurikulum lainnya. Dan karena kami menggunakan CCC, maka kami dapat langsung lompat menggunakan grade 2. Namun kami tetap menggunakan Learning Through Sounds sebagai masa transisi dari CCC ke Pathway Readers. Sedangkan untuk mendapatkan satu paket pembelajaran Language Art, penggunaan Pathway Readers dapat diperlengkapi dengan Climbing to Good English (review-nya akan segera ada) sebagai kurikulum untuk grammar-nya. 

Kenapa kami memilih Pathway Readers? Ada beberapa alasan yang menurut saya merupakan kelebihan dari Pathway Readers ini.
- Setiap cerita, puisi, dan pilihan bacaan mendorong anak-anak untuk memiliki karakter Ilahi dan nilai-nilai moral yang baik dengan penyampaian yang sederhana melalui kegiatan-kegiatan sehari-hari di rumah.
- Pendekatan yang kuat terhadap phonics pada saat tingkat awal. 
Pathway Readers memperkenalkan banyak kosa kata baru kepada anak-anak dan pelajaran vocabulary building
- Setiap pertanyaan yang ada di setiap bacaan membantu anak membangun kemampuan reading comprehension mereka.
- Ada kunci jawaban yang membantu orang tua memahami materi ini dan juga inti value yang harus ditangkap oleh anak-anak saat mereka selesai membaca cerita yang ada.
- Harga buku yang relatif murah dan lembar kerja yang hitam putih sehingga dapat difotokopi.

Di antara semua kelebihan tersebut, buku ini juga mempunyai kekurangan, yang menurut saya bukan faktor utama. Buku ini sangat klasik. Bukan hanya ceritanya, tetapi buku ini menggunakan font yang cukup membosankan bagi beberapa orang, walaupun font-nya tidak membuat mata lelah saat membaca. Belum lagi tidak seperti buku anak-anak yang penuh gambar dan berwarna, gambar hanya diberikan sebagai ilustrasi. Jadi dalam satu cerita, paling hanya ada satu atau dua gambar hitam putih. Kebayang dong kenapa buku ini sangat klasik :D

Walaupun demikian, saat kakak melihat buku ini, kakak langsung duduk manis saat melihat buku ini. Saat itu usia kakak sekitar 4 tahun, yang biasanya anak usia segitu kan mencari buku bergambar. Kakak dengan tenang membalik setiap halaman dan hal ini membuat kami berpikir jika anaknya suka, saya sebagai ibunya akan mencoba menyukai buku ini juga. Dan ternyata saya semakin hari semakin menyukai buku ini. Penyampaian cerita karakter dalam kisah yang mudah dimengerti oleh anak-anak ini dan hal ini membantu saya untuk menunjukkan kepada anak-anak bagaimana membangun karakter mereka.

Buku ini dapat dicari secara online atau juga langsung ke website www.pathwayreaders.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar